Sosialisasi Program, Tim KKN-PPM UGM 2019 Ajak Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat Desa Tambakbulusan

Pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM JT-232 di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak 2019 telah berlangsung selama 1 minggu. Awal kedatangan tim KKN-PPM digunakan untuk observasi wilayah, problematika, serta potensi yang ada di Desa Tambakbulusan untuk selanjutnya diturunkan menjadi program konkrit berguna meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Tema besar yang diangkat oleh Tim KKN-PPM U GM Tambakbulusan 2019 ini adalah “Pengembangan Eko-eduwisata melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT)”. Tema tersebut diturunkan ke dalam 4 tim utama bidang pemerintahan, pendidikan, lingkungan, dan pariwisata. Pada periode KKN kedua ini lebih ditekankan penguatan kelembagaan baik melalui sosialisasi dan pelatihan serta tindakan-tindakan operasional.

Sabtu (6/7/2019) di Balai Desa, tim KKN-PPM UGM melakukan sosialisasi program yang akan dijalankan dengan mengundang perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk turut serta memberi masukan dan dukungan sehingga program dapat bermanfaat untuk kepentingan desa.

Dalam kesempatan sosialisasi program ini, Catur Heru Prihatmoko mahasiswa MIPA UGM selaku koordinator unit KKN menyatakan pentingnya sinergitas perangkat desa maupun masyarakat Desa Tambakbulusan untuk menyukseskan program yang akan dijalankan “Harapannya dari program yang dibuat, masyarakat dapat turut aktif ikut serta didalamnya,” paparnya.

Sementara itu, ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tambakbulusan Musahadi menyambut baik pemaparan program yang disampaikan oleh Catur. Ia berharap program yang dijalankan dapat berkelanjutan diteruskan oleh masyarakat. Secara khusus, ia juga menitipkan program peningkatan sektor pariwisata mangrove dan pantai di Desa Tambakbulusan. “Kita punya potensi mangrove dan pantai yang luar biasa namun belum terkelola dengan baik,” ujarnya.

Peserta sosialisasi program KKN-PPM UGM 2019

Program kegiatan KKN periode kedua ini merupakan langkah lanjutan pemberdayaan dan pembentukkan kemandirian masyarakat. Proses monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan, baik dalam periode KKN saat ini maupun periode selanjutnya. (Media KKN/ Ichlasul Amal)

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan