Sambal Rebon, Tim KKN-PPM UGM Dorong Kuliner Khas Pesisir Utara Demak Incaran Wisatawan

Mampir ke daerah pesisir Demak Desa Tambakbulusan, wisatawan tidak hanya melihat keanekaragaman mangrove dan indahnya Pantai Glagah Wangi, namun juga sajian kuliner khas sederhana yang membuat ketagihan, yakni sambal rebon.

Sambal rebon memiliki bahan utama udang rebon yang memiliki ciri khusus, yaitu memiliki garis cokelat-kemerahan di ruas tubuhnya. Udang rebon merupakan jenis udang berukuran kecil hidup di perairan pantai yang dangkal. Kandungannya sangat luar biasa, di mana setiap 100 gram udang rebon mengandung protein sekitar 16,2 gram dan 757 mg kalsium.

Ibu Suwarti adalah salah satu warga Desa Tambakbulusan yang mengembangkan udang rebon menjadi olahan sambal rebon tanpa pengawet. Sambal rebon memiliki bahan rebon kering, bawang merah, bawang putih, lombok rawit, garam, dan gula. Harganya juga cukup terjangkau setiap porsi atau 100 gram dihargai 10 ribu. Sambal rebon ini memiliki daya tahan 15 hari dan bisa mencapai 2 bulan di dalam lemari es. “Semua bahan sambal rebon kering sehingga dapat tahan lama tanpa pengawet,” ujarnya.

Sambal Rebon hasil produksi salah satu UMKM di Desa Tambakbulusan

Laila Husnayain mahasiswi Teknik Industri UGM berupaya mendorong para pelaku UMKM seperti sambal rebon Ibu Suwarti untuk mengembangkan kuliner khas daerah, yakni mengedepankan budaya kerja 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin) dan 3S (senyum, sapa, salam). “Melalui edukasi cara produksi pangan yang baik diharapkan dapat menjaga keamanan dan mutu kuliner yang dijual,” harapnya. (Media KKN/ Ichlasul Amal)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan