Pemda Demak Menerima Tim KKN-PPM UGM 2019 di Desa Tambakbulusan

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Cahyo Wulandari, S.P., M.P., D.Agr melepas tim KKN-PPM UGM JT-232 2019 yang berjumlah 30 mahasiswa di Desa Tambakbulusan. Sejumlah mahasiswa tersebut akan dibagi ke empat Dusun, yakni Dusun Tambakbulusan, Tambakgembolo, Tambaktengah, dan Tambakkontrak. Kegiatan yang akan berlangsung dari  29 Juni sampai 18 Agustus 2019  tersebut disambut baik oleh Camat Karang Tengah, Ketua Bappeda Demak, dan Kepala Desa Tambakbulusan.

Wulan dalam kesempatan tersebut mengatakan pelaksanaan KKN-PPM di Desa Tambakbulusan ini merupakan periode kedua. Tim KKN mendapatkan kesan yang positif mulai dari kegiatan sosial masyarakat, pendidikan, kesehatan, lingkungan, terutama dalam mengembangkan sektor pariwisata di Desa Tambakbulusan.

“Jadi salah satu indikator bagi saya bisa diterima adalah bahwa teman-teman KKN selalu dirindukan,” paparnya.

Lebih lanjut, Wulan melihat Desa Tambakbulusan memiliki kondisi fisik dan sumber daya alam yang mendukung kegiatan di bidang wisata alam. Pantai Glagah Wangi dan ekosistem hutan mangrove memiliki daya tarik tersendiri dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata alam di Desa Tambakbulusan.

“Pada periode ini, Tim KKN kami akan lebih berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui kelembagaan untuk mendukung Eco-Edu Wisata di Desa Tambakbulusan,” tuturnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Demak, Drs. Taufik Rifa’I, M.Si., menyatakan beberapa permasalahan di bidang lingkungan terutama kaitannya dengan pengelolaan sampah. Wisata alam yang ada di Desa Tambakbulusan akan menjadi daya tarik lebih ketika pola hidup masyarakat dapat bersih tidak membuang sampah ke sungai. Tim KKN UGM diharapkan dapat membantu pembuatan Perdes sampah sehingga masyarakat dapat teratur.

“Tahun depan sudah operasional tempat pembuangan akhir sampah bisa jadi menjadi solusi dengan pemisahan melalui bank sampah,” himbaunya.

Mahasiswa KKN-PPM UGM JT-232 2019

Secara umum, melalui program-program yang direncanakan KKN-PPM UGM 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kesadaran untuk memanfaatkan potensi desa secara optimal.

(Humas KKN/Ichlasul Amal)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan